Rabu, 05 Oktober 2011

Presiden Minta TNI Bantu Polri Atasi Gangguan Ketertiban

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta TNI bersinergi dengan Polri untuk menghadapi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat berupa kelompok teroris, benturan fisik antar masyarkat, maupun kelompok kecil separatis yang masih melaksanakan aksinya di Provinsi Papua. Lakukan langkah pencegahan dan penindakan yang efektif.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan hal ini dalam amanatnya pada upacara peringatan HUT ke-66 TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (5/10) pagi

"Aksi teroris, benturan fisik di masyarakat dan gerakan bersenjata kaum separatis tentu harus kita cegah dan hentikan. Meskipun masalah keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi tanggung jawab kepolisian negara, namun TNI harus ikut serta dalam mencegah timbulnya aksi terorisme yang membahayakan rakyat tidak berdosa serta gerakan separatis bersenjata yang mengancam kedaulatan negara," kata Presiden SBY.

Presiden ingin memastikan hukum berdiri tegak di negeri ini. Aparat keamanan dan penegak hukum harus bisa melindungi dan mengayomi rakyat. "Tidak boleh ada sekelompok orang atau sekelompok massa yang dibiarkan mengancam kedaulatan dan keselamatan negara," SBY menegaskan. "Tidak bleh pula membiarkan rakyat tidak berdosa menjadi korban ancaman terorisme," SBY menambahkan.

Aparat keamanan diminta melakukan langkah-langkah pencegahan dan penindakan yang efektif. "Pastikan agar tindakan teroris tidak mudah terjadi, pastikan pula agar aparat intelijen dapat melakukan deteksi dini sehingga aksi-aksi kelompok teroris dapat dicegah dan digagalkan. Negara tidak boleh kalah dan harus menang melawan terorisme," Kepala Negara menandaskan. (dit)
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar