Jumat, 16 Desember 2011

Inilah Duduk Soal Kasus Mesuji Versi Warga

Ilustrasi: Memperingati Hari Tani Nasional yang jatuh Sabtu (24/9/2011) ini, ribuan petani penggarap dan aktivis tani dari Moro-Moro konvoi memenuhi jalan lintas timur Sumatera di Kabupaten Mesuji, Lampung.
PALEMBANG Pengaduan masyarakat dan video pembunuhan terkait konflik lahan yang beredar di media televisi dua hari lalu mengalami kesimpangsiuran lokasi, waktu, dan kejadian. Pengaduan dan sebagian video merupakan dua peristiwa yang terpisah.

Video pembunuhan yang memperlihatkan pemenggalan kepala terjadi di Desa Sungai Sodong, Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, dan bukan dari Mesuji, Provinsi Lampung.

Kedua lokasi ini memang berbatasan dan hanya dipisahkan oleh sungai. Di dua lokasi berbeda itu, warga memang sama-sama mengalami konflik dengan perusahaan kelapa sawit, tetapi perusahaannya berbeda.

Tragedi Mesuji

  • Penyelidik Komnas HAM Ragukan Data Korban Mesuji
Pengungsi korban penggusuran di Moro-moro.
MESUJI — Komisioner Komnas HAM Johny Nelson Simanjuntak meragukan akurasi dan kebenaran data dari kelompok masyarakat adat Megou Pak yang menyebutkan ada 30 warga Mesuji, Lampung, yang tewas akibat pembantaian oleh aparat.

"Memang data tersebut tidak didasarkan pada data lapangan. Sebenarnya ada banyak peristiwa yang terjadi. Ada pembunuhan, ada penyiksaan, ada penangkapan sewenang wenang oleh aparat. Namun, yang terbunuh tidak sebanyak itu," kata Johny melalui pesan singkat, Kamis malam tadi.

Amir Syamsuddin: Jangan Gegabah Komentari Kasus Mesuji


AMIR SYAMSUDDIN/IST
Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin meminta masyarakat tidak terlalu cepat mengambil kesimpulan atas kasus pembantaian yang terjadi di Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung dan Kecamatan Mesuji, Sumatera Selatan.

Menurutnya, jalan terbaik saat ini adalah menunggu hasil investigasi dari tim Komnas HAM.

"Itu kan ada beberapa versi, jadi yang paling berkompeten untuk lakukan investigasi tentu Komnas HAM dan lainnya," kata Amir di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (16/12).

Kamis, 15 Desember 2011

Kasus Pembantaian di Mesuji Lampung dan Sumsel akan Diinvestigasi Polri

Jakarta - Polri mengatakan kasus yang dilaporkan masyarakat Mesuji di DPR masih simpang siur. Pasalnya daerah Mesuji terdapat di dua provinsi yaitu Kabupaten Mesuji di Lampung sedangkan Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berada di Sumatera Selatan.

Mabes Polri pun menurunkan tim untuk melakukan investigasi di dua provinsi tersebut. "Akan ada investigasi terkait informasi dari masyarakat Mesuji, apakah masuk wilayah hukum Polda lampung atau Polda Sumsel," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Boy Rafli Amar, dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (14/12).

Boy menjelaskan pihaknya masih menunggu penelusuran tim apakah kasus yang dilaporkan masyarakat Mesuji terkait dengan konflik antara warga dengan perusahaan perkebunan atau bukan. Jika ada bahan yang kuat, Polri akan menelusurinya lebih lanjut.

Rabu, 14 Desember 2011

Bakar diri karena ada yang salah di negeri ini

Warga melintas dekat makam aktivis Sondang Hutagalung di TPU Pondok Kelapa, Jakarta, Senin (12/12). Sondang meninggal dunia akibat luka bakar usai aksi bakar diri di depan Istana Negara 7 Desember 2011. (FOTO ANTARA/M Agung Rajasa)
Bengkulu  - Aksi bakar diri mahasiswa aktivis, Sondang Hutagalung, menurut dosen ilmu politik Universitas Bengkulu, Lamhir Syam Sinaga, bentuk ketidaksabaran menanti perubahan yang tidak kunjung datang. Ada yang salah di negeri ini sehingga ada anak bangsanya yang rela mati membakar diri.

Aksi Bakar Diri Sondang Jadi Peringatan Bagi Pemerintah


Puluhan mahasiswa mengatasnamakan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi melakukan aksi solidaritas di depan Istana Negara, Selasa (13/12/2011) terhadap Sondang Hutagalung, Mahasiswa UBK yang melakukan aksi bakar diri beberapa waktu lalu.
MAGELANG - Aksi membakar diri yang dilakukan Sondang Hutagalung adalah sebuah peringatan keras bagi pemerintah untuk segera mulai introspeksi diri. Aksi ini dipastikan te rjadi karena adanya ketidakberesan dalam kehidupan masyarakat yang bahkan begitu sulit diutarakan dalam bentuk aksi demo biasa.

Selasa, 13 Desember 2011

HTI Miris Melihat Banyak Intervensi Asing Soal Kasus Papua

HTI Miris Melihat Banyak Intervensi Asing Soal Kasus Papua
Ratusan massa Peduli Papua dari ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), memadati Bundaran HI, Jakarta, Selasa (13/12/2011) sore.
JAKARTA - Ratusan massa Peduli Papua dari ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), memadati Bundaran HI, Jakarta, Selasa (13/12/2011) sore.

Mereka menuntut agar Pemerintah segera menghentikan segala bentuk gerakan separatis dan intervensi asing yang akan memisahkan Papua dari wilayah Indonesia.

"Kami di sini merespons intervensi pihak asing yang sebenarnya ingin memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata ketua HTI, kepada Tribunnews.com, di sela-sela demonstrasi, di lokasi, Selasa (13/12/2011)